Rianto, warga LDII Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk sukses.
Dengan kegigihan dan semangat pantang menyerah, ia berhasil menjadi petani andal yang kini mengelola berbagai komoditas pertanian di Desa Sugihwaras.
“Saya dulunya anak putus sekolah yang bercita-cita menjadi abdi negara. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga, saya memilih membantu orang tua dan fokus di pertanian,” tutur Rianto saat diwawancarai tim LINES LDII Sulbar pada Sabtu (27/4).
Perjalanan panjangnya dimulai sejak 1986, saat ia mengelola lahan milik orang lain karena belum memiliki tanah sendiri.
“Lahan itu bukan milik saya, tapi saya tekuni betul. Dari hasil panen padi pertama, meski menyewa, saya bisa menabung hingga akhirnya mampu membeli lahan sendiri,” kenangnya.
Dengan izin Allah SWT dan kerja keras tanpa henti, satu petak lahan kini berkembang menjadi beberapa bidang lahan produktif.
Selain padi, ia juga menanam aneka komoditas seperti kacang-kacangan, cabai, timun, terong, hingga singkong.
“Tanaman palawija itu saya sandingkan dengan padi agar hasilnya lebih maksimal. Semua saya garap bersama keluarga. Alhamdulillah, semua ini berkah dari Allah,” ungkapnya.
Kisah Rianto menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di kalangan warga LDII, bahwa kerja keras, kejujuran, dan ketekunan bisa mengantar pada kesuksesan, bahkan dari titik nol sekalipun.
