Bandung Barat — Seorang anak berusia 11 tahun bernama M. Alif Nugraha, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, sukses menciptakan sebuah permainan edukatif bertajuk “Karakter Luhur Games”.
Permainan ini dirancang untuk menanamkan nilai moral dan karakter positif pada anak-anak sejak usia dini melalui cara yang menyenangkan dan interaktif.
“Karakter Luhur Games” merupakan permainan edukatif berbasis 29 karakter luhur yang dikemas dalam bentuk 48 kartu bergambar.
Setiap kartu menyimpan cerita pendek inspiratif yang bisa dimainkan dalam empat jenis permainan: Role Play Games, Three Success, Life Wheel, dan Rock Paper Scissors.
Permainan ini ditargetkan untuk anak usia 4–12 tahun, serta cocok dimainkan bersama guru, orang tua, pengasuh, komunitas homeschooling, hingga jenjang SD dan SMP.
Proyek ini mulai dikembangkan awal tahun 2025 dan resmi dirilis dalam versi board game fisik pada April 2025.
Kini, Karakter Luhur Games sudah mulai diperkenalkan dalam pengajian, sekolah madrasah, dan komunitas parenting.
Permainan ini fleksibel dimainkan dari durasi 10 menit hingga 1 jam, menyesuaikan waktu pembelajaran.
Lahir dari kegelisahan pribadi Alif yang merasa kesulitan mengajak teman-temannya berbuat baik meski sudah diajarkan, Karakter Luhur Games menjadi bentuk respon kreatif terhadap tantangan zaman—khususnya untuk menjawab kebutuhan anak-anak era digital yang lebih mudah menyerap nilai melalui pengalaman ketimbang hafalan.
Permainan ini mendorong pengembangan keterampilan penting seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, pengelolaan emosi (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan tentunya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai karakter luhur.
Kehadiran “Karakter Luhur Games” menjadi kontribusi konkret dari generasi muda LDII PAC Cihideung dalam menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang menyentuh, menyenangkan, dan relevan dengan tantangan generasi masa kini.
