Bandar Lampung – Orang tua adalah sosok paling mulia dalam kehidupan seorang anak. Anak, betapapun berbakat dan cerdasnya, tidak akan pernah terlahir ke dunia tanpa perantara kedua orang tuanya.
Sejak lahir, seorang bayi sepenuhnya bergantung pada kasih sayang, perhatian, dan nafkah dari ayah dan ibunya. Dengan penuh keikhlasan, orang tua merawat dan mendidik anaknya sejak kecil.
Semua itu dilakukan tanpa pamrih, dengan satu tujuan: agar kelak anak menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara, serta mampu mengangkat derajat orang tuanya di akhirat kelak.
Namun sayangnya, tidak sedikit anak yang lupa atau bahkan tidak memahami jasa besar orang tuanya.
5 Alasan Anak Wajib Berbakti kepada Orang Tua Menurut Islam
1. Karena Perintah Allah SWT
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sudah tua dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, namun ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Perintah untuk memuliakan orang tua datang langsung dari Allah SWT. Barang siapa yang mengabaikannya akan mendapat dosa besar.
Bahkan, Allah memperingatkan bahwa siksa bagi yang menyakiti hati orang tua bisa disegerakan di dunia.
2. Besarnya Jasa Kedua Orang Tua
Jasa orang tua tidak terhingga. Ibu mengandung dalam keadaan lemah, menyusui, dan merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Ayah mencurahkan tenaga dan pikiran demi kehidupan anak-anaknya.
Ayat berikut menggambarkan besarnya jasa tersebut:
“Dan rendahkanlah sayapmu bagi keduanya karena kasih sayang, dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
(QS. Al-Isra: 24)
Anak yang menyadari dan menghargai jasa ini akan tumbuh menjadi pribadi yang bersyukur dan beradab.
3. Ridha Allah Bergantung pada Ridha Orang Tua
Rasulullah SAW bersabda:
“Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
Begitu tinggi derajat orang tua hingga keridhaan mereka menjadi ukuran keridhaan Allah. Maka, sikap dan ucapan terhadap orang tua harus dijaga sebaik-baiknya.
Kisah Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya menjadi pelajaran penting bahwa akibat buruk menanti bagi siapa pun yang menyakiti hati orang tuanya.
4. Orang Tua adalah Sumber Motivasi Hidup
Banyak anak yang sukses karena dorongan dan doa dari orang tua. Orang tua bukan hanya pemberi nafkah, tetapi juga sumber semangat dan inspirasi yang tidak pernah habis.
Mereka menjadi penopang emosional di kala anak menghadapi kesulitan hidup.
Kasih sayang dan dukungan orang tua ibarat cahaya di tengah gelap, penyejuk di tengah panas, dan kekuatan yang tidak tampak namun sangat nyata.
5. Perantara Kesuksesan di Masa Depan
Kehidupan tanpa dukungan orang tua ibarat nasi tanpa lauk: tetap bisa dimakan, tetapi terasa hambar. Dukungan dan motivasi dari orang tua membuat hidup anak menjadi lebih bermakna, penuh arah, dan semangat.
Banyak tokoh besar mengakui bahwa kesuksesan mereka tak lepas dari peran orang tua. Thomas Alva Edison misalnya, mendapat dorongan besar dari ibunya yang hanya seorang pensiunan guru.
Berkat semangat yang ditanamkan ibunya, Edison mampu bangkit dari kegagalan lebih dari seribu kali sebelum akhirnya berhasil menciptakan bohlam lampu.
Penutup
Menghormati orang tua bukan hanya karena perintah Allah, tetapi juga menjadi kebutuhan jiwa setiap anak. Kasih sayang mereka mengalir sepanjang masa, seperti air yang menyejukkan dan menumbuhkan kehidupan.
Surga berada di telapak kaki ibu. Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua. Murka Allah bergantung pada murka orang tua.
Semoga kita semua dijadikan anak-anak yang saleh dan salehah, yang mampu membalas jasa orang tua, dan mengangkat derajat mereka di surga kelak.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Ditulis oleh Harun Al Rasyid



