Kendari, 20 Juli 2025 — Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, secara resmi membuka kegiatan Bumi Perkemahan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kendari bekerja sama dengan Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai kabupaten, seperti Konawe Selatan, Konawe Utara, hingga Bombana.
Dalam sambutannya, Rajab Jinik menyatakan bahwa kegiatan perkemahan ini patut dijadikan contoh dan inspirasi oleh dunia pendidikan formal.
Ia menyoroti bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada akhlak, religiusitas, dan kemandirian menjadi sangat penting di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Sekarang kita diberi contoh bahwa akhlak bisa didahulukan. Ilmu jalan, akhlak juga jalan. Ini bisa jadi pilot project di sekolah-sekolah, karena di luar sana banyak anak terlibat tawuran, balap liar, dan sebagainya,” ujar Rajab.
Ia menambahkan, sebagai anggota DPRD, dirinya akan mendorong agar kegiatan serupa mendapatkan perhatian dari pemerintah kota sebagai bagian dari strategi pembinaan generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Persinas ASAD Kota Kendari, Muhammad Ridwan Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk kemandirian dan karakter tangguh pada generasi muda.
Para peserta dibekali keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, seperti memasak sendiri, membawa logistik mandiri, dan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan mental.
“Kita ingin peserta memiliki daya juang dan keterampilan hidup. Silat juga jadi media membentengi diri dari pengaruh buruk, seperti begal yang marak di Kota Kendari,” jelas Ridwan.
Ketua LDII Kota Kendari, Anwar Sadad, menyampaikan bahwa bumi perkemahan ini merupakan bentuk konkret pembinaan karakter dengan menanamkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi prinsip LDII.
“Karakter yang kami tanamkan adalah alim, faqih, dan mandiri. Nilai seperti jujur, amanah, rukun, dan kerja sama juga terus ditanamkan sejak dini,” kata Anwar.
Perkemahan ini tak hanya menjadi ajang pengembangan karakter, tapi juga sarana edukasi lingkungan, religiusitas, dan penguatan nilai kebersamaan antar generasi muda.
LDII dan Persinas ASAD berharap kegiatan ini mampu mencetak generasi muda yang profesional religius, berakhlak mulia, serta cinta lingkungan—demi masa depan Kota Kendari yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.***
