Dalam upaya menumbuhkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan sejak dini, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Rambah Samo menggelar pelatihan pembuatan bakso bagi generasi muda.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Sirothol Mustaqim, Rokan Hulu, Riau, pada Minggu (27/7), dan diikuti oleh sekitar 90 peserta.
Sekretaris PC LDII Rambah Samo, Rosyid Khoirudin, menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda merupakan program prioritas.
“Kami berkomitmen membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri,” tegas Rosyid.
Ia menjelaskan, pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk membekali generasi muda dengan keterampilan praktis, khususnya dalam bidang kuliner.
“Melalui keterampilan dasar pembuatan bakso, kami ingin membuka wawasan wirausaha sejak dini,” ujarnya.
Agar pembelajaran lebih efektif, peserta dibagi ke dalam sembilan kelompok. Masing-masing kelompok didorong untuk saling bekerja sama dalam membuat bakso.
“Untuk memotivasi peserta, kami juga memberikan hadiah bagi kelompok dan individu terbaik,” tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Royan Susanto, seorang pengusaha bakso sukses yang membagikan pengetahuan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan, hingga teknik penyajian.
“Bisnis kuliner memiliki prospek yang cerah. Namun, harus dijalankan dengan inovasi, tekad, dan semangat tinggi,” tutur Royan.
Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan usaha bakso tidak hanya pada rasa, melainkan juga pada konsistensi kualitas dan pelayanan.
“Konsumen sekarang semakin cerdas. Mereka mencari makanan yang tidak hanya enak, tapi juga higienis, menarik, dan dilayani dengan ramah,” pungkasnya.***
