Depok — Generasi Penerus (Generus) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Depok menggelar Pengajian Akhir Tahun bertajuk RESET 2025 (Recharge Energy and Set Your Future 2025) pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Faqih, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.
Kegiatan ini diikuti sekitar 530 peserta, yang terdiri atas generus usia SMP, SMA, hingga muda-mudi mandiri atau pra nikah.
Pengajian akhir tahun tersebut bertujuan memperkuat mental dan kesiapan generasi muda LDII dalam menghadapi tantangan kehidupan di era yang semakin kompetitif.
Ketua Pelaksana RESET 2025, Renaldi Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kesehatan mental generasi muda agar memiliki arah dan visi hidup yang jelas.
“Tema Recharge Energy and Set Your Future 2025 diangkat untuk menambah kesehatan mental dan menguatkan mental generus LDII Kota Depok dalam menghadapi era yang sangat kompetitif. Harapannya, generus memiliki mental yang kuat dan visi yang jelas untuk menghadapi berbagai rintangan dan persoalan di tahun 2026,” ujar Renaldi.
Ia menambahkan, kegiatan RESET 2025 diharapkan memberikan manfaat nyata bagi generus, khususnya dalam membangun kesiapan mental, semangat, dan tujuan hidup yang tertata.
“Persaingan yang semakin kompetitif menjadi acuan kami untuk memberikan recharge agar generus semakin semangat, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta siap menghadapi tantangan apa pun di tahun 2026,” tambahnya.
Sejak dimulai pada sore hari, rangkaian kegiatan RESET 2025 berlangsung lancar dan penuh antusiasme.
Panitia menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti photobooth, ice breaking berupa pembuatan gantungan kunci dari shrink paper, serta pemutaran video rekapitulasi kegiatan pengajian sepanjang tahun 2025 dari setiap Pimpinan Cabang (PC).
Video-video tersebut kemudian divoting dan pemenangnya diumumkan pada pagi hari setelah nasihat agama ba’da Subuh.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah talkshow bertema “Quarter Life Crisis” yang disampaikan oleh Indra Maulana, S.Psi., seorang psikolog dari Jakarta.
Talkshow tersebut diperuntukkan bagi peserta usia 18 tahun ke atas, mulai dari lulusan SMA hingga generus pra nikah, dan dilaksanakan di lantai bawah masjid.
Sementara itu, secara paralel digelar talkshow Mental Health Awareness bagi generus usia SMP hingga SMA di lantai atas masjid.
Dalam pemaparannya, Indra Maulana menyampaikan bahwa fenomena quarter life crisis sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
“Banyak anak muda yang mulai sangat fokus pada dirinya sendiri dan menganggap permasalahan yang dihadapi sebagai hal yang berat.
Ketika memasuki usia 20 hingga awal 30-an, muncul kecemasan karena merasa memiliki tugas hidup, tetapi bingung harus melakukan apa dan mencari jawabannya di mana,” jelasnya.
Menurut Indra, kondisi tersebut kerap terjadi karena individu berusaha mencari jawaban sendiri tanpa menggali potensi dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, pembahasan quarter life crisis dinilai sangat dekat dengan realitas yang dialami generus saat ini.
Ia juga berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan masa remaja dengan sebaik-baiknya.
“Nikmati masa remaja dengan mengeksplorasi wawasan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki. Masa remaja memiliki energi dan waktu yang luas, sehingga jangan diisi dengan hal-hal yang tidak bermakna. Persiapkan kompetensi sejak sekarang agar saat memasuki masa dewasa dapat memberikan manfaat bagi lingkungan,” pesannya.
Kegiatan RESET 2025 ditutup dengan pengumuman pemenang video terbaik, foto bersama di depan banner acara, serta doa bersama.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap generus LDII Kota Depok dapat memasuki tahun 2026 dengan mental yang lebih kuat, tujuan hidup yang jelas, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.***
