5 Langkah Sukses Menjadi Wartawan Profesional ala Ludhy—Ludhy Cahyana adalah Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII).
Dalam perannya, Ludhy sering terlibat dalam kegiatan pelatihan jurnalistik, memberikan panduan dan wawasan kepada calon wartawan, terutama mengenai pentingnya riset, teknik wawancara, dan penulisan berita yang berkualitas.
Ia juga berfokus pada bagaimana media massa dan media sosial bersaing dalam menyampaikan informasi, serta mendorong jurnalis muda untuk dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi yang terus berkembang.
Sebuah pertanyaan telah diterima oleh redaksi LDII Soreang, ‘Bagaimana cara menjadi wartawan?’ Untuk menjawabnya, diperlukan seseorang yang berkompeten di bidang jurnalistik.
Berikut adalah cara menjadi wartawan yang baik, sesuai dengan penjelasan pada acara pelatihan jurnalistik oleh Ludhy Cahyana.
[1] Melakukan Riset Terlebih Dahulu
Seorang wartawan yang baik selalu melakukan riset sebelum liputan. Riset ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti riset pustaka, pencarian informasi di internet (googling), observasi langsung, ataupun berdiskusi.
Dengan riset yang kuat, wartawan bisa memahami konteks dan detail yang penting tentang peristiwa atau tokoh yang akan kita liput, sehingga liputan lebih mendalam dan akurat.
[2] Memahami Kelayakan Berita
Tidak semua peristiwa layak untuk diberitakan. Untuk menentukan apakah sebuah peristiwa layak menjadi berita, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan, seperti:
- Keterkenalan tokoh yang terlibat
- Jumlah orang yang terlibat dalam peristiwa
- Proximity geografis (kedekatan lokasi dengan audiens)
- Proximity psikologis (ikatan batin dengan audiens)
- Unsur unik atau tak biasa
- Peristiwa konflik atau yang menyangkut keamanan dan kebijakan
- Hal-hal yang mengandung aspek finansial
[3] Menguasai Teknik Wawancara
Wawancara adalah bagian penting dalam penulisan berita. Ada beberapa metode wawancara yang dapat kita lakukan, seperti tatap muka langsung, door stop (menangkap narasumber di tempat publik), wawancara yang sudah sesuai jadwal, atau melalui telepon.
Seorang wartawan harus percaya diri dalam mewawancarai narasumber. Kepercayaan diri ini akan datang jika wartawan sudah melakukan riset mendalam sebelumnya.
5 Langkah Sukses Menjadi Wartawan Profesional ala Ludhy
[4] Menerapkan Rumus 5W+1H
Langkah ke-4 dalam membuat pertanyaan wawancara, wartawan dapat menggunakan rumus 5W+1H, yaitu:
- What: Apa yang terjadi?
- Who: Siapa yang terlibat?
- When: Kapan peristiwa terjadi?
- Where: Di mana peristiwa terjadi?
- Why: Mengapa peristiwa itu terjadi?
- How: Bagaimana peristiwa itu berlangsung? Rumus ini menjadi panduan dasar untuk menggali informasi yang cukup untuk penulisan berita.
[5] Percaya Diri dan Mampu Beradaptasi dengan Media Baru
Dengan perkembangan teknologi, media sosial kini menjadi pusat informasi. Wartawan perlu memahami bahwa media massa dan media sosial saling bersaing dalam menyampaikan informasi. Oleh karena itu, wartawan juga harus terbiasa memanfaatkan teknologi seperti Google dalam melakukan riset dan beradaptasi dengan format berita digital.
Dari penjelasan Ludhy Cahyana yang terdiri dari 5 (lima) langkah tersebut, seorang wartawan bisa menghasilkan berita yang berkualitas, informatif, dan relevan bagi audiens.