Meski baru berdiri pada 2017, Pondok Pesantren Miftaahul Huda di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, telah mencetak ratusan mubaligh muda.
Capaian ini tidak terlepas dari strategi pendidikan dan pembinaan karakter yang diterapkan oleh pesantren di bawah naungan LDII tersebut.
“Di Ponpes Miftaahul Huda, kami ajarkan ilmu secara mendetail untuk melahirkan kader ulama yang berakhlakul karimah dan berilmu. Kami juga membina kemandirian santri,” ujar Sekretaris Ponpes Miftaahul Huda, Andy Irawan, saat diwawancarai tim LINES LDII Sulbar pada Sabtu (26/4).
Andy menuturkan, kehadiran pesantren ini menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda LDII Sulbar untuk belajar agama tanpa harus menempuh pendidikan jauh ke Pulau Jawa.
“Untuk itu, kami bekerja sama dengan berbagai pihak mendirikan pesantren ini, agar lebih mudah diakses oleh masyarakat lokal,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan keilmuan dan akhlak, pesantren ini juga membekali santri dengan keterampilan hidup dan kemandirian, guna menyiapkan mereka menghadapi tantangan zaman.
“Harapannya, Ponpes Miftaahul Huda bisa melahirkan generasi muda yang berkarakter luhur dan mampu melestarikan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.
Andy juga menjelaskan bahwa visi dan misi Ponpes Miftaahul Huda adalah mencetak generasi penerus yang alim, faqih, berakhlak mulia, dan mandiri.
“Serta mampu bersaing di era globalisasi, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman,” tutupnya.
