LDII Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-26 Papua Barat, Dorong Indeks Kerukunan Jadi Modal Pembangunan

LDII Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-26 Papua Barat, Dorong Indeks Kerukunan Jadi Modal Pembangunan

Provinsi Papua Barat resmi berusia 26 tahun pada Sabtu (11/10/2025) bertepatan dengan 19 Rabiul Akhir 1447 H.

Peringatan hari lahir Papua Barat setiap 12 Oktober menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang sejak dibentuk tahun 1999 dan diresmikan tahun 2003.

Dasar hukum pembentukan provinsi ini berawal dari Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang pemekaran Irian Jaya.

Setelah melalui dinamika hukum, termasuk pembatalan oleh Mahkamah Konstitusi, penguatan status provinsi diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007, yang juga menetapkan perubahan nama menjadi Papua Barat dengan ibu kota di Manokwari.

Pemekaran sempat tertunda akibat penolakan masyarakat, namun kembali dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2003.

Sejak itu, eksistensi Papua Barat terus berkembang seiring penguatan dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Barat, Drs. H. Suroto, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas hari jadi Papua Barat ke-26.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat terus bersinergi membangun daerah, baik dalam aspek infrastruktur maupun penguatan sumber daya manusia.

“Semoga Papua Barat terus maju dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, budaya, dan keagamaan. Sejak awal berdirinya provinsi ini, LDII hadir mendukung program pemerintah di bidang keumatan dan pembangunan karakter,” ujar Suroto.

Ia juga mengapresiasi capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang menempatkan Papua Barat di posisi unggul secara nasional.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI, pada 2021 Papua Barat menempati peringkat keempat nasional dengan skor 78,63, berada di bawah Nusa Tenggara Timur (81,07), Papua (80,20), dan Sulawesi Utara (78,35).

Sebelumnya, pada 2019 Papua Barat bahkan menempati posisi teratas nasional dengan indeks 82,1, melampaui rata-rata nasional sebesar 73,83 (Kompas.id).

“Tingkat kerukunan yang tinggi menjadi modal utama membangun rasa aman dan kepercayaan antarumat. Masyarakat bisa bekerja, beribadah, dan berkolaborasi tanpa rasa khawatir,” ungkap Suroto.

Ia menegaskan, LDII memiliki komitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai dakwah yang menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan saling menghargai dalam keberagaman.

Warga LDII tidak hanya berkontribusi dalam kegiatan ekonomi dan sosial, tapi juga aktif mendukung program pemerintah untuk memperkuat harmoni antarumat beragama,” pungkasnya.***

Pilihan Redaksi

LDII Indramayu Gelar Pengajian Gabungan Ibu-Ibu, Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Keagamaan

LDII Indramayu Gelar Pengajian Gabungan Ibu-Ibu, Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Keagamaan

LDII Sulsel Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: Sehatkan Masyarakat Lewat Cek Kesehatan Gratis

LDII Sulsel Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: Sehatkan Masyarakat Lewat Cek Kesehatan Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Mass saran di website nya kasihin pilihan kaya dalil doa" kaya gitu mas biar enak nyarinya+modren

  2. Kayaknya perlu dikoreksi yaa kak lafadznya kayak ada yang kurang lengkap

Yuk, Langganan ?!

Get Free Email Updates!

Loading